home

Jumat, 04 Maret 2011

Wajah Asli Fir’aun Tutankhamun Sang Penguasa Mesir Kuno Terungkap

Setelah 3000 tahun berlalu, akhirnya wajah mumi Tutankhamun terungkap. Kalangan arkeolog mengambil mumi itu dari sarcophagus dan menyimpannya di sebuah peti dengan pengaturan suhu di makamnya di Lembah Para Raja Luxor. Peristiwa itu terjadi 85 tahun setelah makam Fir’aun ditemukan oleh petualang Inggris Howard Carter.

Sampai sekarang, hanya 50 orang yang pernah melihat wajah raja bocah yang meninggal lebih dari 3000 tahun lalu. Saat para pakar itu mengangkat Tutankhamun dari peti jenazahnya mereka menyingkirkan kain putih yang menutupi dia, muncullah wajah berwarna hitam dan tubuhnya.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari cara melindungi jenazah dia. Arkeolog menyatakan jenazah itu terancam karena panas dan kelembaban di dalam makam itu karena sejumlah besar turis yang berkunjung setiap tahun.

“Golden boy itu memiliki keajaiban dan misteri, oleh karena itu setiap orang dari seluruh dunia datang ke Mesir untuk melihat apa yang dilakukan untuk melindungi golden boy dan semuanya saya yakin datang untuk menyaksikan golden boy,” ujar Kepala Bidang Peninggalan Mesir Zahi Hawass sebelum jenazahnya dipindahkan.

Topeng emas Tutankhamun dicopot dengan pisau panas dan kabel Tutankhamun berkuasa di Mesir 1333 sampai 1324 SM dan diyakini naik tahta dalam usia sekitar 9 tahun. Meskipun semasa hidupnya tidak memiliki sejarah yang menentukan, kematian Tutankhamun mendapat perhatian dunia karena makamnya dalam kedaan utuh ketika dibuka oleh Carter tahun 1922.
Makamnya berisi harta karun emas dan kayu hitam indah yang dianggap mewah ketika Carter melihat kedalam makam itu. Ditanya apa yang dia saksikan, jawabannya yang terkenal “Ya, sesuatu yang mengagumkan.”

Jenderal Erwin Rommel, Seorang Ahli Strategi dan Taktik NAZI Pada Perang Dunia II

Selama PD II Jerman memang banyak memiliki panglima perang berkualitas jempolon. Salah satunya adalah adalah Erwin Rommel. Kehebatan taktik perang pria asli Jerman ini membuat Jenderal yang satu ini disegani baik oleh Inggris maupun AS.

Lahir di Heidenheim, sekitar Ulm Jerman, Erwin Rommel bukan keturunan militer. Ia berasal dari rakyat sipil kalangan menengah. Perjalanan militernya dimulai saat Rommel mendaftar sebagai kadet pada sekolah infanteri di Danzig (Danzig Infan School) pada tahun 1910.

Dua tahun kemudian Ia ditempatkan dalam unit operasional dengan pangkat letnan. Seperti umumnya perwira-perwira muda jaman itu, Letnan Erwin Rommel juga ikut terlibat dalam PD I. Antara tahun is ditempatkan di Perancis dan dianugerahi medali Iron Cross kelas satu. Prestasi yang lumayan menyolok justru diperlihatkan menjelang akhir PD I di Italia. Kala itu la berhasil memimpin kompinya merebut posisi yang diduduki musuh dan menawan personel plus 80 pucuk beragam persenjataan. Atas keberaniannya pemerintah Jerman kembali memberi bintang jasa yaitu Sebuah penghargaan tertinggi
Ketika Jerman me*lancarkan serbuan ke Perancis (Mei 1940), Erwin Rommel resmi mengepalai Divisi Lapis baja ke-Tujuh (7 Panzer Division). Prestasi besar langsung ditunjukkan dalam penugasan pertama ini. Divisi yang dipim*pinnya ikut ambil bagian dalam serbuan melalui Sungai Meuse. Pasukan Rommel menerobos hutan di kawasan Ardennes, dan akhirnya memotong kekuatan pasukan Inggris-Perancis di Selatan dan Utara sampai ke Somme. Dalam serbuan ini Rom*mel berhasil menawan 100.000 prajurit lawan plus 450 unit tank. Sementara ia sendiri menderita kerugian 2.500 prajurit gugur dan 42 tank hancur.

Gurun pasir


Rampung di Eropa, Hitler memu*tuskan menggeser Rommel ke Afrika Utara. Di sini ia ditugaskan mendukung pasukan Italia yang telah terdesak oleh Inggris. Di bawah benders Afrika Korps DAK, Rommel bertempur cuma dengan modal dua divisi. Toh kekuatan pas-pasann ia mampu memukul balik Inggris dalam tempo 30 hari. Bahkan lebih jauh lagi sanggup mengepung ke*kuatan lawan di sekitar Tobruk yang ter*letak 160 km di belakang garis pertem*puran

Tarik-ulur kekuatan antara Inggris yang kemudian belakangan dibantu AS pun terjadi. Begitu cerdik Rommel di la*pangan, sampai-sampai Inggris mesti rela mengganti panglima. perangnya di front Afrika (Montgomery). Kiprah Rommel di Afrika berakhir Maret 1943 tatkala ia jatuh sakit setelah berhasil menyudutkan pa*sukan Montgomery di sekitar Medenine. Kondisi ini membuatnya mesti pulang ke Jerman.

Begitu sembuh Hitler langsung mem*berinya tugas sebagai komandan grup B AD Jerman (Army Group B). Jabatan ini berada di bawah otoritas salah satu jenderal besar Nazi, Von Rundstedt. Tanggung jawab Rom*mel adalah mengurus pertahanan di wilayah Perancis dalam menghadapi kemungkinan serbuan sekutu. Pada intinya Rommel diserahi tugas mengurus sistem pertahanan Nazi yang diberi label Atlantic Wall. Pada akhirnya Sekutu memang berhasil menggelar pendaratan di Pantai Norman*din, Perancis, 6 Juni 1944. Enam minggu setelah pendaratan, 17 Juli 1944, tanpa disangka kendaraan yang ditumpangi Rommel mendapat serangan dari pesawat pemburu sekutu. Akibat serangan itu ia terluka cukup parah.